Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Euforia AI dan Bayangan Krisis Selat Hormuz

Euforia AI dan Bayangan Krisis Selat Hormuz

by Reza Aswin

Apa yang terjadi di pasar

     Pasar keuangan memasuki babak baru yang penuh anomali pada akhir April 2026. Bursa saham AS terus mencetak rekor tertinggi oleh revolusi AI disaat bayang bayang penantian resolusi krisis di Selat Hormuz. Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq kembali ditutup naik pada hari Senin, dimana sektor teknologi informasi dan layanan komunikasi menjadi pemimpin pasar, ditengah perusahaan raksasa seperti Nvidia dan Alphabet menunjukkan performa dominan. Sementara ketegangan geopolitik AS dan Iran mulai mereda setelah Iran mengajukan proposal baru dengan syarat pencabutan blokade, berakhirnya perang dan pembicaraan fasilitas nuklir ditunda ke tanggal yang lebih lama. Gedung Putih sedang membahas ulang proposal yang diberikan Teheran. Dengan kondisi pasar keuangan seperti ini para pengamat memperingatkan bahwa pasar sedang menyeimbangkan dua kekuatan berlawanan yaitu krisis energi dan euphoria AI. Sedangkan Ray Dalio memberikan peringatan keras bahwa ekonomi AS telah masuk kelingkungan stagflasi, sehingga Ketua Fed yang baru tidak boleh menurunkan suku bunga atau setidaknya menahan suku bunga tinggi sampai akhir tahun.

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish

 

Trading Plan :

XAUUSD: BUY

Buy Limit: 4546 – 4654 dengan target 4765 – 4852

Stoploss 4365

Grafik XAUUSD time frame D1

 

USDJPY: SELL

Sell Limit: 159.79 – 160.27 dengan target 158.30 – 158.80

Stoploss 161.24

Grafik USDJPY time frame D1

 

AUDUSD: BUY

Buy Limit: 0.7122 – 0.7163 dengan target 0.7242 – 0.7279

Stoploss 0.7047

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.