Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Perang AS, Israel dan Iran Belum Selesai

Perang AS, Israel dan Iran Belum Selesai

by Reza Aswin

Apa yang terjadi di pasar

     Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan peringatan keras bahwa konflik ini belum selesai dan masih jauh dari kata damai. Dalam wawancara "60 Minutes" di CBS, Netanyahu menegaskan bahwa ambisi nuklir Iran tetap menjadi ancaman. Di Washington, Presiden Donald Trump menunjukkan sikap yang sama kerasnya. Melalui unggahan di Truth Social, Trump secara tegas menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran di mana Teheran meminta pencabutan sanksi minyak dalam 30 hari dan pembukaan blokade pelabuhan sebagai imbalan pembukaan Selat Hormuz, . Iran bersikeras untuk melakukan negosiasi nuklir terpisah dan ini ditolak oleh AS yang menuntut pembongkaran total fasilitas nuklir dengan moratorium hingga 20 tahun. Ketegangan geopolitik ini langsung terasa di Wall Street. Kontrak berjangka saham untuk Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq sedikit menurun pada Minggu malam seiring melonjaknya harga minyak pasca penolakan proposal Iran oleh Trump. Investor kini bersiap menghadapi rilis data inflasi (IHK) pekan ini untuk melihat seberapa besar dampak perang terhadap harga kebutuhan pokok.

 

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish

 

Trading Plan :

XAUUSD: BUY

Buy Limit: 4443 – 4541 dengan target 4654 – 4743

Stoploss 4273

Grafik XAUUSD time frame D1

 

USDJPY: SELL

Sell Limit: 158.60 – 160.31 dengan target 153.96 – 155.67

Stoploss 163.17

Grafik USDJPY time frame D1

 

AUDUSD: BUY

Buy Limit: 0.7125 – 0.7174 dengan target 0.7239 – 0.7292

Stoploss 0.7034

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.