Peta Baru Logistik Energi Dunia
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Konflik AS dan Iran yang berujung dengan penutupan selat hormuz sejak Februari 2026 telah memicu pergeseran structural pada pasar energi global. Dengan 20% pasokan minyak dunia yang biasanya melewati jalur ini, membuat ekonomi global senilai $110 triliun menghadapi ancaman. Keadaan ini membuat efek domino terhadap 50% produksi etilena dunia, 40% pasokan nafta dan anomiali harga petrokimia. Jika selat hormuz dibuka hari ini, maka butuh waktu 1 tahun untuk kembali membuat semuanya menjadi normal, menurut CEO Dow, Jim Fitterling. Untuk itu Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mencoba untuk mengalihkan ekspor melalui pipa East-West dan Habshan-Fujairah. Namun hanya mempunyai kapasitas 3,5-7 juta barel/ hari dan belum mampu menandingi volume normal selat hormuz yang mencapai 20 juta barel/ hari. Selain itu pipa tersebut rentan terhadap serangan drone sehingga perlu pengamanan ketat. Semua kejadian diatas membuat India dan China terlibat dalam persaingan untuk memperebutkan minyak mentah dari Rusia. India hanya mempunyai cadangan minyak untuk 30 hari sedangkan China 3-4 bulan kedepan. Kondisi ini membuat harga minyak kembali naik dan membuat pasar saham tertekan.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4578 – 4669 dengan target 4821 – 4907
Stoploss 4409
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.79 – 160.27 dengan target 158.30 – 158.80
Stoploss 161.24
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7063 – 0.7101 dengan target 0.7163 – 0.7195
Stoploss 0.7005
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
