Potensi Krisis Obligasi Global
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Lonjakan utang pemerintah dapat berpotensi terjadinya krisis obligasi global, menurut CEO JP Morgan Chase Jamie Dimon. Ia mendesak pembuat kebijakan untuk bertindak sebelum pasar memaksa terjadinya penyesuaian seperti krisis Gilt Inggris tahun 2022. Keadaan ini terjadi karena negoisasi antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali selat hormuz, masih belum menemui titik terang. Trump menegaskan tidak akan mencabut blokade hingga kesepakatan “100% selesai”. Dampaknya harga minyak dunia naik 3% kemarin, sehingga harga rata-rata besin nasional AS naik menjadi $4,176 per gallon, yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2022. Selain itu imbal hasil obligasi AS 10 tahun meningkat menjadi 4,346%, sehingga membuat pasar saham AS tertekan hampir mencapai 1%. Dengan adanya kondisi diatas maka aksi profit taking di pasar saham serta safe haven seperti emas terjadi mengingat ketidakpastian menimbulkan efek cash is king dalam jangka pendek. Selain itu investor sedang menanti Kebijakan Fed dan laporan keuangan “ Magnificent Seven”. Kebijakan suku bunga Fed yang tinggi dan laporan perusahaan Meta serta Alphabet dapat menggambarkan kesehatan ekonomi global kedepannya.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4421 – 4529 dengan target 4678 – 4765
Stoploss 4235
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.79 – 160.27 dengan target 158.30 – 158.80
Stoploss 161.24
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7122 – 0.7163 dengan target 0.7242 – 0.7279
Stoploss 0.7047
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
