Apa yang terjadi di pasar
Dunia memasuki fase baru geopolitik beresiko tinggi. Intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, diikuti eskalasi retrorika Presiden Donald Trump terhadap Greenland, dan ini menandai bahwa geopolitik kembali menjadi penentu pasar keuangan kedepannya. Greenland diposisikan oleh Washington sebagai asset keamanan nasional, dan bukan hanya karena adanya Rusia serta China di benua artik, tetapi juga mineral strategis, jalur pelayaran masa depan dan posisi militer, menjadi alasan Trump ingin menguasai Greenland. Kudeta Nicolas Maduro oleh Trump menjadi acuan bahwa pasar keuangan AS tidak melemah tetapi justru menguat, sehingga banyak pengamat memprediksi bahwa Trump akan terus maju untuk menguasai Greenland, terusan Panama bahkan Columbia serta Cuba. Secara umum pasar belum melihat adanya konflik diatas menjadi ancaman bagi pasar keuangan, dimana indeks saham Dow Jones naik 1%, S&P 500 naik 0,6% dan Nasdaq naik 0,7%. Keadaan ini memberikan gambaran bahwa konflik geopolitik yang terjadi tidak akan mengganggu pasar keuangan selama harga minyak tidak ikut naik.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4427 – 4473 dengan target 4537 – 4592
Stoploss 4318
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 156.83 – 157.27 dengan target 155.56 – 156.15
Stoploss 158.02
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6666 – 0.6670 dengan target 0.6772 – 6810
Stoploss 0.6592
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
