Ketika Valuasi Instrumen Keuangan Terlalu Mahal
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Pasar global tadi malam memberikan pelajaran klasik namun sering diabaikan. Ketika valuasi suatu instrument keuangan terlalu mahal dan likuditas terlihat selektif, maka tidak ada asset class yang benar benar kebal terhadap pergerakan pasar. Wall Street melemah dipimpin kejatuhan Microsoft yang hampir 10% dan Ini hari terburuk sejak tahun 2020 dan menyeret S&P 500, menekan Nasdaq dan mendorong semua saham disektor digital dan teknologi masuk ke wilayah bearish. Keadaan ini membuat harga emas masuk ke fase transisi siklus pasar koreksi jangka pendek, yang diakibatkan adanya aksi taking profit guna menutupi kebutuhan margin di pasar saham. Penurunan harga emas ini seperti pasar sedang membersihkan akses spekulasi dan menormalisasikan harga terhadap ekspektasi suku bunga, tetapi bukan menghilangkan status safe haven ditengah ketidakpastian geopolitik yang terjadi. Runtuhnya harga emas bukan mengindikasikan turunnya kepercayaan terhadap safe haven tetapi lebih sebagai penyeimbang ulang pasar ditengah valuasi saham yang mahal, ekspektasi laba yang semakin tipis dan geopolitik yang bergerak cepat.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 5265 – 5366 dengan target 5574 – 5690
Stoploss 5060
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 154.10 – 155.43 dengan target 150.41 – 151.82
Stoploss 157.81
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6910 – 0.6983 dengan target 0.7132– 0.7181
Stoploss 0.6794
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
