Kudeta di Venezuela
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Awal tahun 2026 ditandai oleh peristiwa besar yaitu kudeta di Venezuela. Penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Pemerintahan AS Donald Trump pada tanggal 3 Januari diawali terhada tuduhan terorisme, peredaran narkotika dan keamanan nasional. Issue yang berkembang adalah Pemerintah AS ingin menguasai cadangan minyak serta secara terbuka ingin mengelola masa transisi Venezuela, setelah serangan terjadi. Negara Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia yang diperkirakan mencapai 303 miliar barel atau sekitar 17% cadangan global. Tetapi kontribusi negara tersebut terhadap pasokan global hanya 500.000 barel per hari atau kurang dari 1%, sehingga kudeta yang terjadi saat ini tidak banyak berdampak pada harga minyak dunia, bahkan cenderung harga minyak dunia melemah. Pasar minyak dunia tahun 2025 – 2026 bukan kekurangan minyak tetapi kelebihan produksi minyak, sehingga pasar tidak panic buying melainkan pricing future supply. Keadaan ini tentunya memberikan ruang bernapas bagi Fed, dimana konflik di Venezuela diharapkan tidak meningkatkan angka inflasi kedepannya karena harga minyak dunia tidak mengalami lonjakan.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4282 – 4339 dengan target 4442 – 4505
Stoploss 4188
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 157.46 – 157.90 dengan target 156.15 – 156.79
Stoploss 158.72
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6633 – 0.6669 dengan target 0.6708 – 6743
Stoploss 0.6570
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
