Pasar Bergejolak Ditengah Ketidakpastian
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Pasar keuangan global memasuki awal Februari dengan kombinasi ketidakpastian politik. Penutupan sebagian pemerintah AS kembali memaksa Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunda merilis data NFP Januari 2026. Data ini dibutuhkan pelaku pasar sebagai kompas utama arah besar pasar, dimana sebelumnya pasar memperkirakan akan ada pertambahan 55K lapangan kerja dengan tingkat pengangguran 4,4%. Absennya data ini disebabkan oleh kebuntuan politik di Washington pada perdebatan anggaran, khususnya pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang terkait kebijakan imigrasi. Walaupun demikian Ketua DPR Mike Johnson menyatakan keyakinannya bahwa penutupan pemerintahan dapat diakhiri pada hari ini. Pasar ekuitas menilai ini adalah sebagai nada positif sehingga Dow Jones naik 500 poin, disusul dengan Nasdaq dan S&P 500. Walaupun demikian para pelaku pasar masih ragu akan risk on, setelah melihat saham Nvidia yang merupakan perusahaan raksasa semikonduktor, tertekan setelah rencana investasi senilai $100 milliar ke Open AI belum final.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4402 – 4537 dengan target 4747 – 4878
Stoploss 4147
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 155.77 – 156.78 dengan target 153.33 – 154.37
Stoploss 158.27
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6804 – 0.6897 dengan target 0.7001– 0.7092
Stoploss 0.6587
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
