Eskalasi Konflik AS – Iran Memanas
by
REZA ASWIN
Apa yang terjadi di pasar
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dan memicu guncangan hebat di pasar global pada Rabu kemarin. Pasar energi langsung bergolak setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka melontarkan ancaman keras kepada Teheran melalui platform Truth Social. Trump menegaskan bahwa AS akan langsung membalas setiap aksi militer Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz. Kondisi diperparah oleh aksi kelompok Houthi di Yaman yang mendeklarasikan embargo maritim terhadap Arab Saudi. Mereka mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mengangkut kargo dari atau menuju pelabuhan Saudi. Padahal, Arab Saudi sebelumnya telah mengalihkan jutaan barel ekspor minyaknya melalui pipa ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah guna menghindari krisis Selat Hormuz. Data menunjukkan bahwa pengalihan minyak Saudi ke Laut Merah melonjak drastis hingga 3,5 juta barel per hari pada Juni. Namun, ancaman Houthi membuat "katup pengaman" ekspor minyak global itu ikut terancam. Melonjaknya harga minyak memukul optimisme investor di pasar modal AS dan akan menahan tingkat inflasi tetap tinggi, sehingga dapat memaksa The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih agresif.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4027 – 4096 dengan target 4161 – 4213
Stoploss 3905
Grafik XAUUSD time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6892 – 0.6948 dengan target 0.7039 – 0.7095
Stoploss 0.6800
Grafik AUDUSD time frame D1

NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5748 – 0.5786 dengan target 0.5841 – 0.5885
Stoploss 0.5678
Grafik NZDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
