Likuidasi Massal Emas Dan Perak di Tengah Konflik Selat Hormuz
by
Reza Aswin
Apa yang terjadi di pasar
Dunia investasi sedang menyaksikan fenomena langka dimana asset yang secara tradisional dianggap sebagai safe haven justru mengalami aksi jual masif. Pada hari Kamis kemarin harga emas dunia turun sekitar 5% dan perak turun 10%, ditengah meningkatnya konflik selat hormuz, yang telah memasuki minggu ketiga. Secara teori emas seharusnya menguat saat terjadi ketidakpastian geopolitik meningkat, namun banyak analis melihat 3 faktor utama yang memicu anomaly ini:
- Kebutuhan likuidasi (Cash is King), investor melakukan aksi jual asset yang telah mencatat keuntungan besar di tahun 2025, guna mendanai kerugian di sektor ekuitas dan obligasi.
- Penguatan US Dollar, keadaan ini membuat emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
- Kendala fisik dan logistic, dengan ditutupnya wilayah udara dan jalur laut akibat konflik, maka biaya pengiriman fisik emas menjadi sangat mahal, sehingga menurunkan daya tarik kepemilikan asset fisik.
Pasar kini harus beradaptasi dengan rezim volatilitas baru, dimana asset fundamental terkadang tidak lagi bergerak sesuai teori konvensional.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4400 – 4513 dengan target 4692 – 4808
Stoploss 4206
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 158.11 – 159.00 dengan target 155.41 – 156.43
Stoploss 160.57
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7014 – 0.7066 dengan target 0.7145 – 0.7192
Stoploss 0.6910
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
