Politisasi Keuangan Amerika Serikat
by
REZA ASWIN
Apa yang terjadi di pasar
Upaya Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk menenangkan pasar utang negara kini terancam oleh langkah-langkah politiknya sendiri. Pidato Bessent di konvensi paruh waktu Partai Republik Dallas menandai pertama kalinya dalam 50 tahun seorang Menteri Keuangan yang sedang menjabat berbicara di ajang politik nasional. Keputusan ini memicu kritik keras dari para pengamat pasar, sebab peran posisi tersebut sangat mengandalkan kepercayaan dan kredibilitas independen untuk mengelola pasar utang AS yang vital. Dilema kredibilitas ini langsung berdampak pada efektivitas kebijakan fiskal Departemen Keuangan. Untuk meredam lonjakan imbal hasil (yield) obligasi, Departemen Keuangan mengumumkan program pembelian kembali (buyback) utang jangka panjang hingga senilai $6 miliar. Langkah yang awalnya diharapkan dapat menyuntikkan likuiditas ini justru direspons negatif oleh pelaku pasar karena nilainya dinilai terlalu kecil dan berada di batas bawah ekspektasi pasar dan dianggap gagal mengatasi fundamental ekonomi yang memburuk. Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun justru melonjak naik ke level 4,857%, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dampak dari lonjakan imbal hasil obligasi tersebut menjalar dengan cepat ke sektor riil dan pasar keuangan secara luas, antara lain, suku bunga KPR tetap tenor 30 tahun melonjak hingga 6,97%, mendekati level 7% dan membebankan biaya pembiayaan yang kian berat bagi calon pembeli rumah. Selain itu Indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq terkoreksi selama tiga hari berturut-turut akibat kombinasi tekanan imbal hasil obligasi dan lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus $100 per barel di tengah konflik AS-Iran. Keadaan ini membuat beban utang pemerintah yang melampaui $40 triliun serta kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan respons kebijakan suku bunga dari Federal Reserve.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Sell – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4239 – 4336 dengan target 4521 – 4648
Stoploss 4052
Grafik XAUUSD time frame D1

USDJPY: SELL
Sell Limit: 155.09 – 157.08 dengan target 149.52 – 151.13
Stoploss 160.57
Grafik USDJPY time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7121 – 0.7186 dengan target 0.7253 – 0.7327
Stoploss 0.7024
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
