Apa yang terjadi di pasar
Pemerintahan Presiden Donald Trump tengah bergerak cepat untuk menghidupkan kembali agenda perdagangan proteksionisnya. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan rezim tarif timbal balik berbasis IEEPA pada Februari lalu, Gedung Putih beralih menggunakan wewenang hukum lain untuk memberlakukan kembali tarif global secara lebih permanen. Perwakilan Perdagangan AS (USTR), Jamieson Greer, mengonfirmasi langkah cepat pemerintah untuk menerapkan tarif Pasal 301 hingga 12,5% terhadap 60 negara (termasuk Indonesia, China, Uni Eropa, Jepang, dan Korea) dengan alasan isu kerja paksa dan kelebihan kapasitas manufaktur. Langkah ini diambil menyusul berakhirnya tarif sementara Pasal 122 pada Jumat minggu ini. Trump menandatangani proklamasi bea masuk sebesar 50% untuk berbagai produk Kanada atas dugaan diskriminasi perdagangan. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menilai langkah ini melanggar pakta USMCA, meski kedua pihak sepakat untuk mengintensifkan dialog. Selain itu AS juga memberlakukan tarif 25% pada sebagian besar impor dari Brasil yang mulai berlaku pekan ini. Keadaan ini tentunya akan kembali memicu terjadinya perang dagang global.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 3974 – 4060 dengan target 4122 – 4200
Stoploss 3835
Grafik XAUUSD time frame D1

AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6892 – 0.6948 dengan target 0.7039 – 0.7095
Stoploss 0.6800
Grafik AUDUSD time frame D1

NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5786 – 0.5821 dengan target 0.5866 – 0.5905
Stoploss 0.5720
Grafik NZDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
