Berita

Rumah Pusat Edukasi Data Market Berita Perdagangan Kebijakan Moneter dan Dilema Inflasi

Kebijakan Moneter dan Dilema Inflasi

by REZA ASWIN

Apa yang terjadi di pasar

     Kebijakan moneter Fed dan dilema inflasi, membuat pasar keuangan global berada dalam tekanan hebat menyusul lonjakan harga minyak mentah Brent di atas $105 per barel. Selain itu naiknya yield obligasi AS 10-tahun telah melampaui ambang psikologis 5%. Eskalasi konflik di Teluk Persia, ditandai dengan penutupan jalur pipa utama Arab Saudi akibat serangan drone serta ketegangan di Selat Hormuz, kembali memicu lonjakan harga energi yang memperparah prospek inflasi global. Kondisi ini menempatkan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di bawah kepemimpinan Ketua Fed Kevin Warsh dalam dilema. Berdasarkan Survei Fed CNBC terbaru, 86% responden kini memperkirakan kenaikan suku bunga acuan, dengan mayoritas memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan dalam setahun ke depan untuk meredam inflasi yang kembali merangkak naik mendekati 3,5%. Para ekonom dan ahli strategi JPMorgan menyoroti bahwa The Fed harus meniti jalur yang sangat sempit (walk a fine line). Prospek serta respons pasar ekuitas global sangat bergantung pada bagaimana bank sentral mengeksekusi langkah dan komunikasinya. Kenaikan suku bunga hawkish, menunjukkan komitmen ketat guna meredam angka inflasi akan dipresepsikan sangat agresif. Sedangkan kenaikan suku bunga terukur atau dengan panduan ketat dapat memberikan kepastian arah kebijakan tanpa mengejutkan pasar keuangan global, sehingga dapat dipresepsikan kurang agresif.

Bagi pelaku pasar saham, headline kenaikan suku bunga itu sendiri bukanlah satu-satunya faktor penentu. Hal yang paling krusial adalah sinyal dan panduan yang disampaikan The Fed mengenai jalur kebijakan ke depan. Jika pasar yakin bahwa langkah The Fed mampu mengendalikan inflasi tanpa mematikan pertumbuhan ekonomi, maka pasar keuangan diperkirakan mampu bertahan di tengah fluktuasi jangka pendek.

 

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish - USDJPY = Sideways Cenderung Sell – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish

 

Trading Plan :

XAUUSD: BUY

Buy Limit: 4128 – 4243 dengan target 4406 – 4521

Stoploss 3922

Grafik XAUUSD time frame D1

 

USDJPY: SELL

Sell Limit: 156.17 – 158.08 dengan target 151.02 – 152.89

Stoploss 161.58

Grafik USDJPY time frame D1

 

AUDUSD: BUY

Buy Limit: 0.7027 – 0.7102 dengan target 0.7188 – 0.7253

Stoploss 0.6897

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.